2013: November

| Ryan Jameson

Hari ini merupakan hari persiapan pertamaku di Pusat Pelatihan Misionaris Provo, Utah, dan aku benar-benar menyukainya! Pendamping perdanaku, Penetua Gorski, juga merupakan pribadi mengagumkan. Dia berasal dari Fresno, California, dan memiliki iman setangguh baja, serta semangat yang luar biasa. Para misionaris dalam Misi Kamboja—Phnom Penh lainnya adalah Penetua Sen, Suster Gregory, Suster Mayers, dan Penetua Storms. Bahasa misi kami, bahasa Khmer, merupakan salah satu bahasa yang paling sulit untuk dipelajari, namun Karunia Lidah adalah anugerah yang nyata dan Bapa Surgawi memberkati kami untuk mempelajarinya.

Bagaimana dengan kehidupan sehari-hari kami di sini? Kami bangun pagi pada pukul 6:30, lalu sarapan. Kami bisa memakan apa saja, mulai dari sereal dingin, daging babi asap, dan telur, hingga nasi, kacang dan sosis. Pukul 7:30, kami berolahraga selama 30 menit sehari untuk menjaga kondisi kesehatan yang baik. Pukul 9:00 hingga 11:50, kami memiliki kelas bahasa dan doktrin, lalu dilanjutkan dengan makan siang. Ini adalah bagian kesukaanku. Pusat Pelatihan Misionaris terkenal karena memiliki banyak makanan yang lezat, dan semuanya dihidangkan dalam gaya prasmanan. Segala sesuatu mulai dari makanan-makanan beku, masakan oriental, hingga es krim ada di sini. Lalu pukul dua siang, kami diberikan satu jam untuk mempelajari tulisan-tulisan suci seperti Kitab Mormon, Alkitab, Ajaran dan Perjanjian, dan Mutiara yang Sangat Berharga secara mandiri, dilanjutkan dengan Telaah Kependampingan dan Kajian Doktrinal. Pukul lima sore, kami makan malam, kemudian ada Kajian Doktrinal sesi kedua. Pada pukul 9:30 malam, kami memiliki waktu pribadi yang biasanya digunakan untuk bercengkrama dengan misionaris lain, atau menulis catatan harian. Dan akhirnya, kami berdoa dan pergi tidur pada pukul 10:30 malam. Semua itu dilakukan setiap hari secara rutin, kecuali hari Rabu yang merupakan Hari Persiapan.

Sebagai misionaris, kami tidak diizinkan untuk mengakses media sosial, menonton film, mendengarkan musik, dan membaca buku yang tidak disahkan oleh gereja. Kami juga dilarang untuk menghubungi anggota keluarga maupun teman-teman, kecuali melalui surel yang ditulis setiap minggu pada Hari Persiapan. Masih ada sekitar seratus enam puluh tujuh peraturan lainnya yang harus kami patuhi.

Kehidupan di sini tidaklah mudah dan membutuhkan banyak kerja keras. Namun Bapa Surgawi telah memerintahkanku untuk mengabdi, dan aku tidak akan pernah menyerah. Aku hanya memiliki beberapa minggu di sini untuk mempersiapkan diri sebelum tiba di Kamboja.

Tentu saja aku sangat merindukan ibu, ayah, Amanda, John, dan yang lainnya. Bicara soal John, dia akan tiba di sini dalam beberapa minggu untuk menjalani Misi Taiwan—Taichung dan menjadi Penetua Schmidt. Aku sangat tidak sabar! Ini terdengar ganjil, tapi aku selalu memikirkannya. Aku hanya terlalu takut untuk mengakuinya. Rasanya aneh tanpa kehadirannya, karena aku sudah terbiasa untuk menghabiskan sebagian besar waktuku dengannya dari dulu.

Aku melanjutkan surel mingguan pertamaku. Ini baru minggu pertama, namun sudah banyak sekali hal dan pengalaman baru yang inginku ceritakan dan rasanya tidak cukup bagiku untuk menuangkannya hanya dalam beberapa paragraf. Duh, aku bisa menulis sebuah buku untuk itu!

“… Makanan di sini sangat menarik dan menggugah selera. Penetua Gorski adalah pribadi yang hebat dan aku belajar banyak darinya. John, aku memikirkanmu sepanjang waktu! Aku merindukan kalian semua! Berpeganglah kuat pada kebenaran. Tuhan akan selalu bersama kalian di setiap hal yang kalian lakukan dan Dia mempersiapkan jalan bagi hamba-Nya untuk melakukan pekerjaan masing-masing. Aku tahu aku di sini karena suatu alasan. Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir adalah hakiki. Selalu berikan kabar terbaru untukku! Dengan kasih, Penetua Jameson,” tutupku dalam surel tersebut dan langsung mengirimnya, lalu bergegas ke kantin untuk menikmati makan siangku hari ini. []


< Sebelumnya | Beranda | Selanjutnya >